Prinsip Dasar Konsep Komunikasi
Prinsip-prinsip komunikasi
1. Komunikasi Adalah Paket Isyarat
Perilaku
komunikasi, apakah ini melibatkan pesan verbal, isyarat tubuh, atau kombinasi
dari keduanya, biasanya terjadi dalam "paket". Biasanya, perilaku
verbal dan nonverbal saling memperkuat dan mendukung. Semua bagian dari sistem
pesan biasanya bekerja bersama-sama untuk mengkomunikasikan makna tertentu.
Kita tidak mengutarakan rasa takut dengan kata-kata sementara seluruh tubuh
kita bersikap santai. Kita tidak mengungkapkan rasa marah sambil tersenyum.
Seluruh tubuh—baik secara verbal maupun nonverbal—bekerja bersama-sama untuk
mengungkapkan pikiran dan perasaan kita.
Dalam segala
bentuk komunikasi, apakah antarpribadi, kelompok kecil, pidato di muka umum,
atau media masa, kita kurang memperhatikan sifat paket dari komunikasi. Ia
berlalu begitu saja. Tetapi bila ada ketidakwajaran---bila jabatan tangan yang
lemah menyertai salam verbal, bila gerak-gerik gugup menyertai pandangan yang
tajam, bila kegelisahan menyertai ekspresi nyaman dan santai—kita
memperhatikannya. Selalu saja kita mulai mempertanyakan ketulusan, dan
kejujuran orang yang bersangkutan.
Pesan yang
Kontradiktif
Bayangkanlah seseorang yang mengatakan "Saya
begitu senang bertemu dengan anda," tetapi. berusaha menghindari kontak
mata langsung dan melihat kesana-kemari untuk mengetahui siapa lagi yang hadir.
Orang ini mengirimkan pesan yang kontradiktif. Kita menyaksikan pesan yang kontradiktif
(juga dinamai "pesan berbaur" oleh beberapa penulis) pada pasangan yang
mengatakan bahwa mereka saling mencintai tetapi secara nonverbal melakukan
hal-hal yang saling menyakiti, misalnya datang terlambat untuk suatu janji
penting, mengenakan pakaian yang tidak disukai pasangannya, menghindari kontak
mata, atau tidak saling menyentuh.
Pesan-pesan tersebut ada juga
yang mengatakan sebagai "diskordansi" (discordance) merupakan akibat dari keinginan untuk
mengkomunikasikan dua emosi atas perasaan yang berbeda. Sebagai contoh, anda
mungkin menyukai seseorang dan ingin mengkomunikasikan perasaan positif ini,
tetapi anda juga tidak menyukai orang itu dan ingin mengkomunikasikan perasaan
negatif ini juga. Hasilnya adalah anda mengkomunikasikan kedua perasaan itu, satu
secara verbal dan lainnya secara nonverbal.
2. Komunikasi Adalah Proses
Penyesuaian
Komunikasi hanya dapat terjadi
bila para komunikatornya menggunakan sistem isyarat yang sama. Ini jelas
kelihatan pada orang-orang yang menggunakan bahasa berbeda. Anda tidak akan
bisa berkomunikasi dengan orang lain jika sistem bahasa anda berbeda. Tetapi,
prinsip ini menjadi sangat relevan bila kita menyadari bahwa tidak ada dua
orang yang menggunakan sistem isyarat yang persis sama. Orang tua dan anak,
misalnya, bukan hanya memiliki perbedaan kata yang berbeda, melainkan juga
mempunyai arti yang berbeda untuk istilah yang mereka gunakan.
Sebagian
dari seni komunikasi adalah mengidentifikasikan isyarat orang lain, mengenali
bagaimana isyarat-isyarat tersebut digunakan, dan memahami apa artinya. Mereka
yang hubungannya akrab akan menyadari bahwa mengenali isyarat-isyarat orang
lain memerlukan waktu yang sangat lama dan seringkali membutuhkan kesabaran.
Jika kita ingin benar-benar memahami apa yang dimaksud seseorang, bukan sekadar
mengerti apa yang dikatakan atau dilakukannya, kita harus mengenal sistem
isyarat orang itu.
3. Komunikasi
Mencakup Dimensi Isi Dan Hubungan
Komunikasi, setidak-tidaknya
sampai batas tertentu, berkaitan dengan dunia nyata atau sesuatu yang berada di
luar (bersifat ekstern bagi) pembicara dan pendengar. Tetapi, sekaligus,
komunikasi juga menyangkut hubungan di antara kedua pihak. Sebagai contoh,
seorang atasan mungkin berkata kepada bawahannya, "Datanglah ke ruang saya
setelah rapat ini." Pesan sederhana ini mempunyai aspek isi (kandungan,
atau content) dan aspek hubungan (relational).
Aspek isi
mengacu pada tanggapan perilaku yang diharapkan—yaitu, bawahan menemui atasan
setelah rapat. Aspek hubungan menunjukkan bagaimana komunikasi dilakukan.
Bahkan penggunaan kalimat perintah yang sederhana sudah menunjukkan adanya
perbedaan status di antara kedua pihak Atasan dapat memerintah bawahan. Ini barangkali
akan lebih jelas terlihat bila kita membayangkan seorang bawahan memberi
perintah kepada atasannya. Hal ini akan terasa janggal dan tidak layak karena
melanggar hubungan normal antara atasan dan bawahan.
~Tema II
Tingkatan Proses Komunikasi
Menurut Denis
McQuail, secara umum kegiatan/proses komunikasi dalam masyarakat
berlangsung dalam 6 tingkatan sebagai berikut :
Komunikasi
intra-pribadi (intrapersonal communication Yakni proses komunikasi
yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan informasi melalui
pancaindra dan sistem syaraf. Contoh : berpikir, merenung, menggambar, menulis
sesuatu, dll.
Komunikasi
antar-pribadi Yakni
kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan
orang lainnya.Misalnya percakapan tatap muka, korespondensi, percakapan melalui
telepon, dsbnya.
Komunikasi dalam
kelompok Yakni
kegiatan komunikasi yang berlangsung di antara suatu kelompok. Pada tingkatan
ini, setiap individu yang terlibat masing-masing berkomunikasi sesuai dengan
peran dan kedudukannya dalam kelompok. Pesan atau informasi yang disampaikan
juga menyangkut kepentingan seluruh anggota kelompok, bukan bersifat
pribadi.Misalnya, ngobrol-ngobrol antara ayah, ibu, dan anak dalam keluarga,
diskusi guru dan murid di kelas tentang topik bahasan, dsbnya.
Komunikasi
antar-kelompok/asosiasi Yakni
kegiatan komunikasi yang berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok
lainnya. Jumlah pelaku yang terlibat boleh jadi hanya dua atau beberapa orang,
tetapi masing-masing membawa peran dan kedudukannya sebagai wakil dari
kelompok/asosiasinya masing-masing.
Komunikasi
Organisasi Komunikasi
organisasi mencakup kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi dan komunikasi
antar organisasi.Bedanya dengan komunikasi kelompok adalah bahwa sifat
organisasi organisasi lebih formal dan lebih mengutamakan prinsip-prinsip
efisiensi dalam melakukan kegiatan komunikasinya.
Komunikasi
dengan masyarakat secara luas Pada
tingkatan ini kegiatan komunikasi ditujukan kepada masyarakat luas. Bentuk
kegiatan komunikasinya dapat dilakukan melalui dua cara :Komunikasi massa Yaitu
komunikasi melalui media massa seperti radio, surat kabar, TV,
dsbnya.Langsung atau tanpa melalui media massa Misalnya ceramah, atau pidato di
lapangan terbuka.
~Tema III
Tujuan dan Akibat Komunikasi
Tujuan Komunikasi
Ada empat
tujuan atau motif komunikasi yang perlu dikemukakan di sini. Motif atau tujuan
ini tidak perlu dikemukakan secara sadar, juga tidak perlu mereka yang terlibat
menyepakati tujuan komunikasi mereka. Tujuan dapat disadari ataupun tidak,
dapat dikenali ataupun tidak. Selanjutnya, meskipun. teknologi komunikasi
berubah dengan cepat dan drastis (kita mengirimkan surat elektronika, bekerja
dengan komputer, misalnya) tujuan komunikasi pada dasarnya tetap sama,
bagaimanapun hebatnya revolusi elektronika dan revolusi-revolusi lain yang akan
datang. (Arnold dan Bowers, 1984; Naisbit.1984).
a. Menemukan
Salah satu
tujuan utama komunikasi menyangkut penemuan diri (personal discovery) Bila anda berkomunikasi dengan orang lain, anda
belajar mengenai diri sendiri selain juga tentang orang lain. Kenyataannya,
persepsi-diri anda sebagian besar dihasilkan dari apa yang telah anda pelajari
tentang diri sendiri dari orang lain selama komunikasi, khususnya dalam
perjumpaan-perjumpaan antarpribadi.
Dengan berbicara tentang diri
kita sendiri dengan orang lain kita memperoleh umpan balik yang berharga
mengenai perasaan, pemikiran, dan perilaku kita. Dari perjumpaan seperti ini
kita menyadari, misalnya bahwa perasaan kita ternyata tidak jauh berbeda dengan
perasaan orang lain. Pengukuhan positif ini membantu kita merasa
"normal."
Cara lain di mana kita melakukan
penemuan diri adalah melalui proses perbandingan sosial, melalui perbandingan
kemampuan, prestasi, sikap, pendapat, nilai, dan kegagalan kita dengan orang
lain. Artinya, kita mengevaluasi diri sendiri sebagian besar dengan cara
membanding diri kita dengan orang lain.
Dengan berkomunikasi kita dapat
memahami secara lebih baik diri kita sendiri dan diri orang lain yang kita ajak
bicara. Tetapi, komunikasi juga memungkinkan kita untuk menemukan dunia
luar—dunia yang dipenuhi objek, peristiwa, dan manusia lain. Sekarang ini, kita
mengandalkan beragam media komunikasi untuk mendapatkan informasi tentang
hiburan, olahraga, perang, pembangunan ekonomi, masalah kesehatan dan gizi,
serta produk-produk baru yang dapat dibeli. Banyak yang kita peroleh dari media ini berinteraksi dengan yang kita
peroleh dari interaksi antarpribadi kita. Kita mendapatkan banyak informasi dari
media, mendiskusikannya dengan orang lain, dan akhirnya mempelajari atau
menyerap bahan-bahan tadi sebagai hasil interaksi kedua sumber ini.
b. Untuk
berhubungan
Salah satu motivasi kita yang
paling kuat adalah berhubungan dengan orang lain (membina dan memelihara hubungan dengan orang lain). Kita
ingin merasa dicintai dan disukai, dan kemudian kita juga ingin mencintai dan
menyukai orang lain. Kita menghabiskan banyak waktu dan energi komunikasi kita
untuk membina dan memelihara hubungan sosial. Anda berkomunikasi dengan teman
dekat di sekolah, di kantor, dan barangkali melalui telepon. Anda
berbincang-bincang dengan orangtua, anak-anak, dan saudara anda. Anda
berinteraksi dengan mitra kerja.
c. Untuk
meyakinkan
Media masa
ada sebagian besar untuk meyakinkan kita agar mengubah sikap dan perilaku kita.
Media dapat hidup karena adanya dana dari iklan, yang diarahkan untuk mendorong
kita membeli berbagai produk. Sekarang ini mungkin anda lebih banyak bertindak
sebagai konsumen ketimbang sebagai penyampai pesan melalui media, tetapi tidak
lama lagi barangkali anda-lah yang akan merancang pesan-pesan itu—bekerja di
suatu surat kabar, menjadi editor sebuah majalah, atau bekerja pada biro iklan,
pemancar televisi, atau berbagai bidang lain yang berkaitan dengan komunikasi.
Tetapi, kita juga menghabiskan banyak waktu untuk melakukan persuasi
antarpribadi, baik sebagai sumber maupun sebagai penerima. Dalam perjumpaan
antarpribadi sehari-hari kita berusaha mengubah sikap dan perilaku orang lain.
Kita berusaha mengajak mereka melakukan sesuatu, mencoba cara diit yan baru,
membeli produk tertentu, menonton film, membaca buku, rnengambil mata kuliah
tertentu, meyakini bahwa sesuatu itu salah atau benar, menyetujui atau mengecam
gagasan tertentu, dan sebagainya. Daftar ini bisa sangat panjang. Memang, sedikit
saja dari komunikasi antarpribadi kita yang tidak berupaya mengubah sikap atau
perilaku.
d. Untuk
bermain
Kita
menggunakan banyak perilaku komunikasi kita untuk bermain dan menghibur diri.
Kita mendengarkan pelawak, pembicaraan, musik, dan film sebagian besar untuk
hiburan. Demikian pula banyak dari perilaku komunikasi kita dirancang untuk
menghibur orang lain (menceritakan lelucon mengutarakan sesuatu yang baru, dan
mengaitkan cerita-cerita yang menarik). Adakalanya hiburan ini merupakan tujuan akhir, tetapi adakalanya ini
merupakan cara untuk mengikat perhatian orang Iain sehingga kita dapat mencapai
tujuan-tujuan lain.
Tentu saja, tujuan komunikasi bukan hanya ini;
masih banyak tujuan komunikasi yang lain. Tetapi keempat tujuan yang disebutkan
di atas tampaknya merupakan tujuan-tujuan yang utama. Selanjutnya tidak ada
tindak komunikasi yang didorong hanya oleh satu faktor; sebab tunggal tampaknya
tidak ada dunia ini. Oleh karenanya, setiap komunikasi barangkali didorong oleh
kombinasi beberapa tujuan bukan hanya satu tujuan.
Adapun maksud tujuan komunikasi lainnya adalah :
Agar
kita dapat berkomunikasi yang baik dengan orang lain, akan
membantu
seseorang mempermudah mendapat rezki, sahabat dan pelanggan
Dengan mengetahui
konsep, teori dan dasar-dasar praktikkomunikasi yang baik, seseorang bisa
menjadi pekerja komunikasi terampil danprofesional dalam melaksanakan
tugas-tugas yang diembannya.
Perubahan
sikap (attitude change)
Seorang komunikasi
setelah menerima pesan kemudian sikapnyaberubah, baik positif/negatif, dalam
beberapa situasi kita berusahamempengaruhi sikap orang lain dan berusaha agar
orang bersikap positif sesuaikeinginan kita.
Perubahan
pendapat (opinion change)
Dalam komunikasi
berusaha menciptakan pemahaman. Pemahamanialah kemampuan memahami pesan secara
cermat sebagaimana dimaksudkanoleh komunikator.
Perubahan
perilaku (behavior change)
Komunikasi bertujuan
untuk mengubah perilaku maupun tindakanseseorang. Misalnya : kampanye kesehatan
merokok dapat menyebabkangangguan kesehatan setelah mengikuti kampanye tersebut
si perokok berusahamenguranginya.
Hasil
dan akibat komunikasi pada dasarnya menyangkut tiga aspek, yaitu aspek
kognitif, aspek afektif dan aspek konatif. Aspek kognitif, yaitu menyangkut
kesaaran dan pengetahuan. Misalnya: menjadi sadar atau ingat, menjadi tahu dan
kenal. Aspek afektif yaitu menyangkut sikap atau perasaan/emosi. Misalnya:
sikap setuju/tidak setuju, perasaan sedih, gembira, perasaan benci an menyukai.
Aspek konatif, yaitu menyangkut perilaku/tindakan. Misalnya: berbuat seperti
apa yang disarankan, atau berbuat sesuatu tidak seperti apa yang disarankan
(menentang).






Tidak ada komentar:
Posting Komentar