Komunikasi dan Kehidupan Manusia
Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia karena tanpa komunikasi,interaksi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok maupun organisasi tidak akan mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi antar manusia inilah yang dalam ilmu komunikasi biasa disebut dengan tindakan komunikasi.
Tindakan komunikasi dapat dilakukan dalam berbagai cara, baik
secara verbal (dalam bentuk kata-kata, lisan atau tulisan). Ataupun nonverbal
(tidak dalam bentuk kata-kata ex: tingkah laku, gambar-gambar dan bentuk
lainnya yang mengandung arti).
Komunikasi juga dapat dilakukan secara langsung dan tidak
langsung komunikasi tidak langsung yaitu : tindakan komunikasi yang dilakukan
tidak secara perorangan tetapi melalui medium atau alat perantara tertentu.
Misalnya menyampaikan informasi melalui surat kabar, majalah, radio dan
lain-lain.
Komunikasi juga merupakan salah satu fungsi kehidupan manusia
fungsi komunikasi adalah untuk menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran atau
perasaan hatinya kepada orang lain. Baik secara langsung ataupun tidak
langsung. Komunikasi mempunyai dan banyak kegunaannya di dalam kehidupan
manusia. Banyak contoh kejadian dalam kehidupan manusia sehari-hari yang
dinyatakan dalam peristiwa sehari-hari.
a.Seorang
guru mengajar tata hidang kepada murid-muridnya
b.Beberapa anak muda ngobrol sambil minum copi di cafe
c.Seorang ibu bercerita kepada anaknya
b.Beberapa anak muda ngobrol sambil minum copi di cafe
c.Seorang ibu bercerita kepada anaknya
Contoh-contoh di atas memberikan gambaran bahwa komunikasi
bisaterjadi dalam berbagai konteks kehidupan manusia, mulai dari kegiatan yang
bersifat individual, kelompok, keluarga atau melalui media.
~Tema II
Definisi dan Karakteristik Komunikasi
Istilah komunikasi atau
communication berasal dari bahasa latin, yaitucommunication yang berarti
berbagi atau menjadi milik bersama. Kata sifatnyacommunius yang bermakna umum
atau bersama-sama dengan demikiankomunikasi menurut lexicografer (Ahli kamus
bahasa) menunjuk pada suatu upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai
kebersamaan.
Menurut Carl I. Havland
komunikasi adalah suatu proses di mana seseorang memindahkan perangsang yang
biasanya berupa lambang kata-kata untuk mengubah tingkah laku orang lain. Jadi
dengan demikian komunikasi itu adalah persamaan pendapat dan untuk kepentingan
itu maka orang harus mempengaruhi orang lain dahulu. Sebelum orang itu
berpendapat, bersikap dan bertingkah laku yang sama dengan kita.
Menurut beberapa ahli
komunikasi, secara ringkas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah penyampaian
informasi, gagasan, menyampaikan pengetahuan kepada pihak lain.
Ilmu
komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner, tidak
bisa menghindari perspektif dari beberapa ahli yang tertarik pada kajian
komunikasi, sehingga definisi dan pengertian komunikasi menjadi semakin banyak
dan beragam. Masing-masing mempunyai penekanan arti, cakupan, konteks yang
berbeda satu sama lain, tetapi pada dasarnya saling melengkapi dan
menyempurnakan makna komunikasi sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi.
Definisi komunikasi
secara umum adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan
pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua
atau lebih dengan tujuan tertentu. Definisi tersebut memberikan beberapa
pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan,
penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan.
Setiap pelakuk
komunikasi dengan demikian akan melakukan empat tindakan: membentuk,
menyampaikan, menerima, dan mengolah pesan. Ke-empat tindakan tersebut lazimnya
terjadi secara berurutan. Membentuk pesan artinya menciptakan sesuatu ide atau
gagasan. Ini terjadi dalam benak kepala seseorang melalui proses kerja sistem
syaraf. Pesan yang telah terbentuk ini kemudian disampaikan kepada orang lain.
Baik secara langsung ataupun tidak langsung. Bentuk dan mengirim pesan,
seseorang akan menerima pesan yang disampaikan oleh orang lain. Pesan yang
diterimanya ini kemudian akan diolah melalui sistem syaraf dan
diinterpretasikan. Setelah diinterpretasikan, pesan tersebut dapat menimbulkan
tanggapan atau reaksi dari orang tersebut. Apabila ini terjadi, maka si orang
tersebut kembali akan membentuk dan menyampaikan pesan baru. Demikianlah ke
–empat tindakan ini akan terus-menerus terjadi secara berulang-ulang.
Pesan adalah produk utama komunikasi. Pesan berupa lambang-lambang yang menjalankan ide/gagasan, sikap, perasaan, praktik atau tindakan. Bisa berbentuk kata-kata tertulis, lisan, gambar-gambar, angka-angka, benda, gerak-gerik atau tingkah laku dan berbagai bentuk tanda-tanda lainnya. Komunikasi dapat terjadi dalam diri seseorang, antara dua orang, di antara beberapa orang atau banyak orang. Komunikasi mempunyai tujuan tertentu. Artinya komunikasi yang dilakukan sesuai dengan keinginan dan kepentingan para pelakunya.
Pesan adalah produk utama komunikasi. Pesan berupa lambang-lambang yang menjalankan ide/gagasan, sikap, perasaan, praktik atau tindakan. Bisa berbentuk kata-kata tertulis, lisan, gambar-gambar, angka-angka, benda, gerak-gerik atau tingkah laku dan berbagai bentuk tanda-tanda lainnya. Komunikasi dapat terjadi dalam diri seseorang, antara dua orang, di antara beberapa orang atau banyak orang. Komunikasi mempunyai tujuan tertentu. Artinya komunikasi yang dilakukan sesuai dengan keinginan dan kepentingan para pelakunya.
Dalam istilah karakteristik komunikasi disampaikan dalam berbagai macam
pendapat, yaitu:
1. People
communicate for a variety of reason: manusia berkomunikasi dengan
berbagai macam alasan, misal intelektual (contoh: diskusi kluiah di kelas),
emosional (misal: mengungkapkan kejengkelan atas suatu ketidak-adilan), dan
sosial (misal: memberi masukan solusi untuk menangani masalah air)
2. Communication may have intentional and unintentional effects: apa yang kita katakan dan lakukan tidak selalu dimaknai orang lain seperti yang kita kehendaki. Setiap orang memiliki otonomi (free will) dalam memaknai suatu realitas. Moralitas dari hal tersebut: jangan pernah menyatakan diri paling benar karena kalau demikian akan menimbulkan polarized communication - akan akada pengkutuban komunikasi dimana kedua kutub bertentangan (konflik)
3. Communication involves the use of symbols: Lambang-lambang verbal dan non verbal secara lisan maupun tertulis merupakan alat utama dalam proses pengiriman dan penerimaan pesan.
4. Communication involves at least two people, to varying degrees, influence to each other’s actions: Berkomunikasi dengan (lebih dari sekadar) kepada orang lain. Communicate With Others (setara); Communicate To Others (tidak setara). Esensi komunikasi adalah dialog: memberikan kesempatan kepada banyak suara atau pendapat.
5. Communication needs not be successful to have occurred: Komunikasi tidak mesti langsung berhasil, gak jadi soal berhasil atau tidak. Komunikasi adalah proses (misal perundingan GAM dengan Jakarta perlu berkali-kali untuk sampai pada kesepakatan)
Komunikasi adalah proses bertemunya orang yang memiliki perbedaan frame of referencedan field of experince guna menciptakan commonness.
6. Communication is dynamics: Semua elemen komunikasi berinteraksi dengan/dan mempengaruhi satu sama lain. Terjadi selama hayat dikandung badan. Saling berhubungan berhubungan satu sama lain.
2. Communication may have intentional and unintentional effects: apa yang kita katakan dan lakukan tidak selalu dimaknai orang lain seperti yang kita kehendaki. Setiap orang memiliki otonomi (free will) dalam memaknai suatu realitas. Moralitas dari hal tersebut: jangan pernah menyatakan diri paling benar karena kalau demikian akan menimbulkan polarized communication - akan akada pengkutuban komunikasi dimana kedua kutub bertentangan (konflik)
3. Communication involves the use of symbols: Lambang-lambang verbal dan non verbal secara lisan maupun tertulis merupakan alat utama dalam proses pengiriman dan penerimaan pesan.
4. Communication involves at least two people, to varying degrees, influence to each other’s actions: Berkomunikasi dengan (lebih dari sekadar) kepada orang lain. Communicate With Others (setara); Communicate To Others (tidak setara). Esensi komunikasi adalah dialog: memberikan kesempatan kepada banyak suara atau pendapat.
5. Communication needs not be successful to have occurred: Komunikasi tidak mesti langsung berhasil, gak jadi soal berhasil atau tidak. Komunikasi adalah proses (misal perundingan GAM dengan Jakarta perlu berkali-kali untuk sampai pada kesepakatan)
Komunikasi adalah proses bertemunya orang yang memiliki perbedaan frame of referencedan field of experince guna menciptakan commonness.
6. Communication is dynamics: Semua elemen komunikasi berinteraksi dengan/dan mempengaruhi satu sama lain. Terjadi selama hayat dikandung badan. Saling berhubungan berhubungan satu sama lain.
7. Communication
is unrepeatable and irreversible: Sekali komunikasi terjadi, tidak akan
bisa diulangi (unrepeatable), misal: kita tak bisa mengulangi marah.
Juga tidak dapat dirubah (irreversible), sekali kata-kata keluar, maka
ia abadi. Komunikasi bersifat unik dan tidak pernah dapat terjadi secara tepat
dalam cara yang sama.
8. Communication
is affected by culture: Bagaimana kita mengkomunikasikan (merumuskan dan
menginterpretasikan) pesan tergantung budaya (ras, etnisitas, gender, umur) dimana
kia berada.
9. Communication
is influenced by ethics: Selalu dipengaruhi oleh etika. Kita akan selalu
menimbang apakah komunikasi ini atau itu sesuai tidak dengan etika atau
prinsip-prinsip moral, nilai-nilai, dan keyakinan-keyakinan yang dipakai sebagai
pemandu perilaku. Komunikasi memiliki konsekuensi, sehingga melibatkan
penilaian benar atau salah. Good or bad, right or wrong?
10. Communication
is competence-based: Kompetensi atau kecakapan komunikasi merupakan hasil
penilaian orang lain. Kompetensi menyangkut knowledge, attitude,
danskills.
11. Communication
is being transformed by media and technology: Saat ini media dan teknologi
merubah segala hal terkait dengan komunikasi. Kalau dulu perlu menunggu
seminggu untuk sekedar berucap selamat tahun baru, sekarang dengan SMS,
langsung sampai.
~Tema III
Sejarah Komunikasi Manusia
Pada awal kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan.
Pada binatang, selain untuk seks, komunikasi juga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya “otak reptil” menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat padasistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain “tingkat tinggi”.
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, danpenyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Sebagaimana telah
diuraikan sebelumnya, bahwa komunikasi adalahprasyarat kehidupan manusia.
Karena komunikasi adalah salah satu aktivitas yangsangat fundamental dalam
kehidupan umat manusia.
Sifat manusia untuk
menyampaikan keinginannya dan untuk mengetahuihasrat orang lain, merupakan awal
keterampilan manusia berkomunikasi secaraotomatis melalui lambang-lambang
isyarat, kemudian disusul dengan kemampuanuntuk memberi arti setiap
lambang-lambang itu dalam bentuk bahasa verbal.
Dan
Robers pun menilai peristiwa ini sebagai generasi pertama kecakapan
manusia
berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis.
Menurut Rogers, sejarah
perkembangan komunikasi dapat dibagi menjadi
empat (4) era perubahan :
a.
Era komunikasi
tulisan
Diperkirakan dimulai ketika
bangsa Sumeria mulai mengenal kemampuan
menulis dalam lembaran tanah
liat sekitar 4.000 tahun SM.
b.
Era
komunikasi cetakan
Era ini dimulai sejak ditemukannya mesin cetak
band press oleh Gutten Bengdan Jauh Coster di Jerman pada tahun 1456 dan
kira-kira berlangsung selama5.000 tahun.
c.
Era
telekomunikasi
Pada tahun 1844, Samule Morse
menemukan alat telegraf yang pertama dan
mengawali era telekomunikasi
ini
d.
Era
komunikasi interaktif
Mulai terjadi pada
pertengahan abad ke 19 dengan ditemukannya maniframeKomputer Eniac dengan
18.000 vacum tubes oleh para ahli dari universitasPennsylvania di Amerika
serikat, pada tahun 1946.
Begitu cepatnya kemajuan
teknologi komunikasi berlangsung dari waktu kewaktu, telah memberikan pengaruh
terhadap cara-cara manusia berkomunikasi,komunikasi telah memperpendek jarak,
menghemat biaya, menembus ruang danwaktu. Komunikasi berusaha menjembatani
antara pikiran dan perasaan dankebutuhan seseorang dengan dunia luarnya.
Komunikasi membuat cakrawalaseseorang menjadi makin luas.
~Tema IV
Sejarah Perkembangan Ilmu Komunikasi
Pengetahuan bukan merupakan ilmu. Terdapat
beberapa hal yang harus dipenuhi bagi suatu pengetahuan yang kredibel, atau
memenuhi syarat-syarat ilmiah antara lain harus bersifat empiris, verivikatif,
non-normatif, transmissible, general, dan explanotory. Ilmu Komunikasi
merupakan Ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam menyampaikan isi
pernyataanya kepada manusia lain. Sebagai ilmu, komunikasi memiliki objek
kajian yaitu usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataannya kepada manusia
lain. Manusia bukan saja menyampaikan isi pernyataan kepada manusia tetapi juga
kepada yang bukan manusia sepertibinatang, tumbuhan-tumbuhan dan benda-benda.
Hanya makhluk yang punya akal budi saja yang mampu memahami hasil penggunaan akal dan budi manusia sebagaimana adanya.Dengan menggunakan akal dan budinya ini manusia dapat memberikan jawaban kepada manusia lain yang menyampaikannya. Pengertian lain, Ilmu komunikasi merupakan ilmu terapan dari kelompok ilmu sosial. Sebab, menurut ilmuwan, ilmu ini bersifat indisipliner karena objek materialnya sama dengan ilmu-ilmu yang lain, terutama yang masuk ilmu sosial.
Hanya makhluk yang punya akal budi saja yang mampu memahami hasil penggunaan akal dan budi manusia sebagaimana adanya.Dengan menggunakan akal dan budinya ini manusia dapat memberikan jawaban kepada manusia lain yang menyampaikannya. Pengertian lain, Ilmu komunikasi merupakan ilmu terapan dari kelompok ilmu sosial. Sebab, menurut ilmuwan, ilmu ini bersifat indisipliner karena objek materialnya sama dengan ilmu-ilmu yang lain, terutama yang masuk ilmu sosial.
Ilmu komunikasi adalah salah satu disiplin yang masuk dalam kelompok ilmu komunikasi dapat menjadi 4 (empat) periode diantaranya :
1. "Tradisi retorika" yang dimulai sejak zaman yunani kuno
2. Periode antara tahun 1900-PD ke II yang dapat disebut sebagai periode Pertumbuhan
Ilmu Komunikasi.
3. Periode setelah PD ke II sampai tahun 1960an. Periode ini biasanya disebut periode
Konsolidasi.
4. Periode Teknologi Komunikasi yang dimulai dari tahun 1960an sampai sekarang
Perkembangan
Ilmu Komunikasi di zaman kuno
Komunikasi adalah konteks arti yang berlaku sekarang ini memeng belum dikenel saat itu. Istilahnya yang berlaku pada zaman tersebut adalah "Retorika". Disebutkan bahwa pada zaman kebudayaan mesir kuno telah ada tokoh-tokoh retorika seperti Kagemi dan Ptah- Hotep. Namun demikian tradisi retorika sebagai upaya yang sistematis dan terorganisasi baru dilakukan di zaman Yunani kuno dengan perintisnya Aristoteles (Golden, 1978). Lebih lanjut Aristoteles menyatakan bahwa retorika mencangkup 3 unsur yakni:
• ethos (kredibilitas sumber),
• pathos (hal yang menyangkut emosi/perasaan), dan
• logos (hal yang menyangkut fakta).
Pokok-pokok pikiran Aristoteles dikembangkan oleh Cicero dan Quintilian mereka menyusun aturan retorika yang menyangkut 5 unsur:
• Inventio (urutan argumentasi)
• Dispesitio (pengaturan ide)
• Eloqutio (gaya bahasa)
• Memoria (ingatan), serta
• Pronunciatio (cara penyampaian pesan).
Komunikasi adalah konteks arti yang berlaku sekarang ini memeng belum dikenel saat itu. Istilahnya yang berlaku pada zaman tersebut adalah "Retorika". Disebutkan bahwa pada zaman kebudayaan mesir kuno telah ada tokoh-tokoh retorika seperti Kagemi dan Ptah- Hotep. Namun demikian tradisi retorika sebagai upaya yang sistematis dan terorganisasi baru dilakukan di zaman Yunani kuno dengan perintisnya Aristoteles (Golden, 1978). Lebih lanjut Aristoteles menyatakan bahwa retorika mencangkup 3 unsur yakni:
• ethos (kredibilitas sumber),
• pathos (hal yang menyangkut emosi/perasaan), dan
• logos (hal yang menyangkut fakta).
Pokok-pokok pikiran Aristoteles dikembangkan oleh Cicero dan Quintilian mereka menyusun aturan retorika yang menyangkut 5 unsur:
• Inventio (urutan argumentasi)
• Dispesitio (pengaturan ide)
• Eloqutio (gaya bahasa)
• Memoria (ingatan), serta
• Pronunciatio (cara penyampaian pesan).
Perkembangan komunikasi sebagai ilmu selalu
dikaitkan dengan aktifitas retorika yang terjadi di zaman Yunani kuno, sehingga
menimbulkan pemahaman bagi pemikir-pemikir barat bahwa perkembangan komunikasi
pada zaman itu mengalami masa kegelapan (dark ages) karena tidak berkembang di
zaman Romawi kuno. Dan baru mulai dicatat perkembangannya pada masa
ditemukannya mesin cetak oleh Guttenberg (1457). Sehingga masalah yang muncul
adalah, rentang waktu antara perkembangan ilmu komunikasi yang awalnya dikenal
retorika pada masa Yunani kuno, sampai pada pencatatan sejarah komunikasi pada
masa pemikiran tokoh-tokoh pada abad 19, sangat jauh. Sehingga sejarah
perkembangan ilmu komunikasi itu sendiri terputus kira-kira 1400 tahun. Padahal
menurut catatan lain, sebenarnya aktifitas retorika yang dilakukan pada zaman
Yunani kuno juga dilanjutkan perkembangan aktifitasnya pada zaman pertengahan
(masa persebaran agama). Sehingga menimbulkan asumsi bahwa perkembangan
komunikasi itu menjadi sebuah ilmu tidak pernah terputus, artinya tidak ada
mata rantai sejarah yang hilang pada perkembangan komunikasi. Makalah ini ingin
mengangkat zaman persebaran agama yang berlangsung antara rentang waktu
tersebut (zaman pertengahan) menjadi bagian dari perkembangan ilmu komunikasi.
Sehingga zaman pertengahan menjadi jembatan alur perkembangan komunikasi dari
zaman yunani kuno ke zaman renaissance, modern, dan kontemporer.
Perkembangan Ilmu Komunikasi di zaman Modern
1. PERIODE PERTUMBUHAN: 1900 – PERANG DUNIA KE II
Pada awal abad ke-19, sedikitnya ada tiga perkembangan penting yang terjadi. Pertama, adalah telepon, telegrap, radio, TV, dan lain-lain. Kedua, pecahnya Perang Dunia I dan II memberi bentuk dan arah pada bidang kajian ilmu komunikasi yang terjadi di masa ini. Aspek-aspek yang diteliti mencakup penggunaan teknologi baru dalam pendidikan formal, keterampilan komunikasi, strategi komunikasi instruksional, serta reading dan listening. Sementara di bidang penelitian komunikasi komersial, dampak iklan terhadap khalayak serta aspek-aspek lainnya yang menyangkut industri media mulai berkembang sejalan dengan tumbuhnya industri periklanan dan penyiaran (broadcasting). Jerman dan Perancis, merupakan pusat intelektual terkemuka di dunia
2. PERIODE KONSOLIDASI : PD II – 1960an
Periode setelah Perang Dunia II sampai tahun 1960an disebut sebagai periode konsolidasi (Delia, dalam Berger dan Chaffee, 1987). Karena pada masa ini konsolidasi dari pendekatan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial bersifat multidisipliner (mencakup berbagai ilmu) mulai terjadi. Kristalisasi Ilmu Komunikasi ditandai oleh 2 hal :
Adanya adopsi perbendaharaan istilah-istilah yang dipakai secara seragam. Munculnya buku-buku yang membahas tentang pengertian komunikasi telah menjadi suatu pendekatan yang lintas disipliner dalam arti mencakup berbagai disiplin ilmu lainnya. Sedikitnya ada 7 pokok diantaranya : Claude E. Shannon, Norbert Wiener, Harold Lasswell. Institute of communication Research yang didirikan Schramm di Illinois pada tahun 1947, merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi yang pertama di Amerika Serikat. Sementara itu dua tokoh lainnya yakni : Claude E. Shannon dan Norbert Wiener disebut sebagai insinyur-insinyur komunikasi. Istilah Mass Communication (Komunikasi Masa) dan Communication Research (Penelitian Komunikasi) mulai banyak dipergunakan. Cakupan bidang studi komunikasi mulai diperjelas dan dibagi dalam empat bidang tataran : komunikasi intrapribadi, komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok dan organisasi, dan komunikasi macro-sosial serta komunikasi massa.
3. PERIODE TEKNOLOGI KOMUNIKASI : 1960an – Sekarang
Sejak tahun 1960an perkembangan ilmu komunikasi semakin kompleks dan mengarah pada
spesialisasi. Menurut Rogers (1986) perkembangan studi komunikasi sebagai suatu disiplin telah mulai memasuki periode take off (tinggal landas) sejak tahun 1950. Periode masa sekarang juga disebut sebagai periode teknologi komunikasi dan informasi yang ditandai oleh beberapa faktor sebagai berikut:
Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi seperti komputer, VCR, TV Cable parabola. Tumbuhan industri media yang nampaknya tidak hanya bersifat nasional tetapi juga regional dan global. Ketergantungan terhadap situasi ekonomi dan politik global/internasional khususnya dalam konteks center periperhy. Semakin gencarnya kegiatan pembangunan ekonomi di seluruh negara. Semakin meluasnya proses demokratisasi ekonomi dan politik.
Arus penyebaran dan pemusatan informasi regional dan global (misalnya transborder data flow), aspek-aspek politik dan ekonomi informasi, kompetisi antar industri media, dampak sosial dari teknologi interaktif seperti komputer, komunikasi manusia mesin, dampak telekomunikasi terhadap hubungan antar budaya, serta aspek-aspek yang menyangkut manajemen informasi. Pendekatan disiplin ekonomi mulai diterapkan, karena disadari bahwa informasi dimasa sekarang ini merupakan yang mempunyai nilai tambah.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar