Pengertian dan Fungsi Model Komunikasi
Pengertian
Model
Model adalah representasi simbolik dari suatu benda,
proses, sistem, atau gagasan. Model dapat berbentuk gambar-gambar grafis,
verbal, atau matematikal. Perbedaan pokok antara teori dan model adalah: teori
merupakan penjelasan, sementara model hanya merupakan representasi. Yang dimaksud model komunikasi adalah gambaran yang sederhana dari proses
komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan
komponen lainnya. Secara umum, model-model komunikasi dapat dibagi dalam
lima kelompok. Kelompok pertama, disebut sebagai model-model dasar. Kelompok kedua menyangkut pengaruh personal, penyebaran dan dampak komunikasi masa
terhadap perorangan. Kelompok ketiga meliputi model-model tentang efek komunikasi massa terhadap kebudayaan dan masyarakat.
Kelompok keempat berisikan model-model
yang memusatkan perhatian pada khalayak. Kelompok kelima mencakup model-model komunikasi tentang sistem,
produksi, seleksi dan alur media massa
Fungsi Model
Fungsi
model ada empat :
-Mengorganisasikan
-Membantu menjelaskan
-Meuristik
-Memprediksi
Model Dasar Komunikasi
Model Dasar Komunikasi
1. Model Komunikasi Linear (Satu Arah)
Model
ini didasari paradigm stimulus - respons. Komunikan akan memberikan respons
sesuai stimulus yg diterima.
Komunikator
aktif menyampaikan pesan, komunikan pasif menerima pesan, pesan berlangsung 1
arah dan relative tanpa umpan balik, dan karenanya di sebut linear.
2. Model Komunikasi Sirkuler (Dua Arah)
Model
ini menyatakan adanya umpan balik dengan intensitas yg lebih tinggi, dimana
kedudukan antara komunikator dan komunikan relatif setara.
3. Model Komunikasi Spiral
Model
spiral menggambarkan bagaimana aspek – aspek yg berbeda dari suatu proses
komunikasi terus berubah dan berkembang dari waktu ke waktu.
~Tema III
Model-model Pengaruh Komunikasi
1. Model
Lasswell
Salah
satu model komunikasi yang tua tetapi masih digunakan orang untuk tujuan
tertentu adalah model komunikasi yang dikemukakan oleh Harold Lasswel ( Forsdale
1981 ), seorang ahli ilmu politik dari Yale University. Dia menggunakan
lima pertanyaan yang perlu di tanyakan dan di jawab dalam melihat proses
komunikasi, yaitu who ( siapa ), says what ( mengatakan apa ), in which medium ( dalam saluran apa
), to whom ( kepada siapa ), dan what effect ( apa efeknya
).
Bila dilihat lebih lanjut maksud dari model Lasswell
ini akan kelihatan bahwa yang dimaksud dengan pertanyaan who tersebut
adalah menunjuk kepada siapa orang yang mengambil inisiatif untuk memulai
komunikasi. Yang memulai komunikasi ini dapat berupa seseorang dan dapat juga
sekelompok orang seperti organisasi stsu persatuan.
Pertanyaan kedua adalah says what atau apa
yang dikatakan. Pertanyaan ini adalah berhubungan dengan isi komunikasi atau
apa pesan yang disampaikan dlam komunikasi tersebut.
Pertanyaan ketiga adalah to whom. Pertanyaan
ini maksudnya menanyakan siapa yang menjadi audience atau penerima dari
komunikasi.
Pertanyaan keempat adalah through what atau
melalui media apa. Yang dimaksudkan dengan media adalah alat komunikasi,
seperti berbicara, gerakan badan, kontak mata, sentuhan, radio, televisi,
surat, buku, dan gambar. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah tidak
semua media cocok untuk maksud tertentu.
Pertanyaan terakhir dari model Lasswell ini adalah what
effect atau apa efeknya dari komunikasi tersebut. Pertanyaan mengenai efek
komunikasi ini dapat menanyakan 2 hal yaitu apa yang ingin dicapai dengan
hasil komunikasi tersebut dan kedua, apa yang dilakukan orang sebagai hasildari
komunikasi. Akan tetapi perlu diingat, bahwa kadang-kadang tingkah laku
seseorang tidak hanya disebabkan oleh faktor hasil komunikasi tetapi juga
dipengaruhi factor lain.
2. Model
Shannon
Model
komunikasi lain yang banyak digunakan adalah model komunikasi dari Claude
Shannon atau lebih dikenal dengan model Shannon Wever. Model ini
berbeda dengan model Lasswell mengenai istilah yang digunakan bagi
masing-masing komponen :
a. Sumber Informasi ( Information Source )
Dalam
komunikasi manusia menjadi sumber informasi adalah otak. Pada otak ini terdapat
kemungkinan message / pesan yang tidak terbatas jumlahnya. Tugas utama dari
otak adalah menghasilkan suatu pesan atau suatu set kecil pesan dari
berjuta-juta pesan yang ada.
b. Transmitter
Langkah
kedua dari model Shannon adalah memilih transmitter. Pemilihan
transmitter ini tergantung pada jenis komunikasi yang digunakan. Kita dapat
membedakan dua macam komunikasi yaitu komunikasi tatap muka dan komunikasi
mesin.
Pada
komunikasi tatap muka yang menjadi transmitternya adalah alat-alat pembentuk
suara dan dihubungkan dengan otot-otot serta organ tubuh lainnya yang terlibat
dalam penggunaan bahasa nonverbal , sedangkan pada komunikasi yang menggunakan
mesin-mesin alat komunikasi yang berfungsi sebagai transmitter adalah alat itu
sendiri seperti, telepon, radio, televisi, foto, dan film.
c.
Penyandingan Pesan (Encoding )
Penyandingan
( encoding ) pesan diperlukan untuk mengubah ide dalam otak kedalam suatu sandi
yang cocok dengan Transmitter. Dalam komunikasi tatap muka signal yang
cocok dengan alat-alat suara adalah berbicara. Signal yang cocok dengan
otot-otot tubuh dan indera adalah anggukan kepala, sentuhan dan kontak mata.
Pada
komunikasi yang menggunakan mesin, di mana alat-alat yang digunakan sebagai
perluasan dari indera, penyandian pesan juga berasal dari tubuh tetapi
diperluas melalui jarak jauh dengan transmitter. Misalnya radio
adalah perluasan dari suara manusia, televisi perluasan dari mata dan begitu
juga dengan alat komunikasi lainnya.
d. Penerima (Decoding)
Istilah
Shannon mengenai penerima dan decoding atau penginterpretasian pesan seperti
berlawanan dengan istilah penyandian pesan. Pada komunikasi tatap muka kemungkinan
transmitter menyandikan pesan dengan menggunakan alat-alat suara dan otot-otot
tubuh. Penerima dalam hal ini adalah alat-alat tubuh yang sederhana yang
sanggup mengamati signal. Misalnya telinga menerima dan menguraikan sandi
pembicaraan, mata menerima dan menguraikan sandi gerakan badan dan kepala,
kilatan mata dan signal lainnya yang dapat dilihat mata. Jelaslah jika seorang
individu pada komunikasi tatap muka kekurangan satu atau lebih organ tubuh maka
penerimaan pesan akan menjadi macet.
e. Tujuan (Destination)
Komponen
terakhir dari Shanon adalah
destination (tujuan) yang dimaksud oleh si komunikator. Destination ini adalah
otak manusia yang menerima pesan yang berisi bermacam-macam hal, ingatan atau
pemikiran mengenai kemungkinan dari arti pesan. Penerima pesan telah menerima
signal mungkin melalui pendengaran, penglihatan, penciuman dan sebagainya
kemudian signal itu diuraikan dan diinterpretasikan dalam otak.
f. Sumber Gangguan (Noise)
Dalam
model komunikasi Shannon ini terlihat adanya faktor sumber gangguan pada waktu
memindahkan signal dari transmitter kepada si penerima. Misalnya pada waktu
anda berbicara dengan teman di jalan kedengarannya suara mobil lewat anak-anak
berteriak yang semuanya itu mengganggu pembicaraan anda sesaat dan gangguan itu
dinamakan noise.
Gangguan
ini selalu ada dalam tiap-tiap komunikasi. Oleh sebab itu kita harus siap
menetralkan gangguan dan tidak terkejut dengan kehadirannya. Untuk menetralkan
gangguan ini Shannon mengemukakan empat cara seperti berikut :
-Menambah
kekuatan ( power ) dari signal. Misalnya kalau kita berbicara dengan
seseorang di jalan yang suasananya hiruk pikuk, kita perlu memperkeras suara
kita dalam berbicara supaya tidak diteln suara hiruk pikuk dan agar dapat
didengar oleh lawan kita berbicara.
-Mengarahkan
signal dengan persis. Seperti halnya dalam pembicaraan diatas, taktik
lain yang bisa dipakai untuk mengatasi gangguan adalah berbicara dekat sekali
dengan lawan berbicara sehingga suara kita itu dapat menetralkan gangguan suara
lain.
-Menggunakan
signal lain. Sebagai tambahan terhadap dasar pertama, dapat digunakan
taktik lain untuk menetralisir gangguan yaitu dengan memperkuat pesan dengan
signal lain misalnya, dengan gerakan kepala, gerakan badan, sentuhan, dan
sebagainya.
-Redudansi.
Redudansi dalam situasi yang normal kurang baik digunakan., tetapi dalam
suasana yang hiruk pikuk pengulangan kata-kata kunci dalam pembicaraan perlu
dilakukan untuk membantu memperjelas pesn yang disampaikan.
3. Model Schraumn
Wilbur Schraumn
memberikan model proses komunikasi yang agak berbeda sedikit dengan dua model
sebelumnya. Dia memperlihatkan pentingnya peranan pengalaman dalam proses
komunikasi. Bidang pengalaman akan menentukan apakah pesan dikirimkan diterima
oleh sipenerima sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh sipengirim pesan.
Schraumn mengatakan jika tidak ada kesamaan dalam bidang pengalaman, bahasa
yang sama, latar belakang yang sama, kebudayaan yang sama, maka sedikit
kemungkinan pesan yang diterima diinterpretasikan dengan benar.
Model
ini sama dengan model-model sebelumnya yaitu memperlihatkan proses komunikasi
yang satu arah dan tidak dua arah. Oleh karena Schraumn menyadari pentingnya
balikan dalam komunikasi, akhirnya menyempurnakan model ini menjadi model dua arah. Balikan adalah penting dalam
proses komunikasi karena akan menceritakan kepada kita bagaimana pesan yang
dikirimkan diinterpretasikan oleh yang menerima pesan. Bila penerima pesan
memberikan balikan kepada si pengirim maka si penerima berubah menjadi si
pengirim atau sumber sehingga komunikasi tidak satu arah lagi tetapi satu
lingkaran. Seorang individu dapat dipandang sebagai pengirim atau penerima
pesan.
4. Model Berlo
Model-model
komunikasi makin hari makin dikembangkan di antaranya yang paling terkenal
model yangf dikembangkan oleh David Berlo pada tahun 1960.
Modelnya hanya memperlihatkan proses komunikasi satu arah dan hanya terdiri
dari empat komponen yaitu sumber, pesan,
saluran dan penerima (receiver). Akan tetapi pada masing-masing komponen
tersebut ada sejumlah faktor kontrol.
Faktor
ketrampilan, sikap, pengetahuan, kebudayaan, dan sistem social dari sumber atau
orang yang mengirim pesan merupakan factor penting dalam menentukan isi pesan,
perlakuan atau treatment dan penyandian pesan. Faktor-faktor ini juga berpengaruh
kepada penerima pesan dalam menginterpretasikan isi pesan yang dikirimkan. Saluran yang dapat digunakan dalam
komunikasi adalah penglihatan,
pendengaran, penciuman, perasaan, dan alat peraba.
Model
komunikasi Berlo di samping menekankan ide bahwa meaning are in the people atau
arti pesan yang dikirimkan pada orang yang menerima pesan bukan pada kata-kata
pesan itu sendiri .Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa interpretasi pesan
terutama tergantung kepada arti dari kata atau pesan yang di tafsirkan oleh si
pengirim atau si penerima pesan.
Model ini mengisyaratkan bahwa setiap sistem ditandai oleh suatu keseimbangan atau simetri,karena ketidakkeseimbangan atau kekurangan simetri secara psikologis tidak menyenangkan dan menimbulkan tekanan internal untuk memulihkan keseimbangan
6.
Model Westley dan Maclean
Menurut pakar ini, perbedaan dalam umpan balik inilah yang membedakan komunikasi antarpribadi dengan komunikasi massa. Umpan balik dari penerima bersifat segera dalam komunikasi antarpribadi, dalam komunikasi massa bersifat minimal atau tertunda. Sumber dalam komunikasi antar pribadi dapat langsung memanfaatkan umpan balik dari penerima sedangkan dalam komunikasi massa sumber misalnya penceramah agama, calon presiden yang berdebat dalam rangka kampanye politik.
Konsep pentingnya adalah Umpan balik, Perbedaan dan kemiripan komunikasi antarpribadidengan komunikasi massa. Pesan ini juga membedakan pesan yang bertujuan dan pesan yang tidak bertujuan.
Menurut pakar ini, perbedaan dalam umpan balik inilah yang membedakan komunikasi antarpribadi dengan komunikasi massa. Umpan balik dari penerima bersifat segera dalam komunikasi antarpribadi, dalam komunikasi massa bersifat minimal atau tertunda. Sumber dalam komunikasi antar pribadi dapat langsung memanfaatkan umpan balik dari penerima sedangkan dalam komunikasi massa sumber misalnya penceramah agama, calon presiden yang berdebat dalam rangka kampanye politik.
Konsep pentingnya adalah Umpan balik, Perbedaan dan kemiripan komunikasi antarpribadidengan komunikasi massa. Pesan ini juga membedakan pesan yang bertujuan dan pesan yang tidak bertujuan.
7. Model Gerbner
Model verbal Gerbner adalah :
1. Seseorang ( sumber, komunikator )
2. Mempersepsi suatu kejadian
3. Dan bereaksi
4. Dalam suatu situasi
5. Melalui suatu alat
6. Untuk menyediakan materi
7. Dalam suatu bentuk
8. Dan konteks
9. Yang mengandung isi
10. Yang mempunyai suatu konsekuensi
Model verbal Gerbner adalah :
1. Seseorang ( sumber, komunikator )
2. Mempersepsi suatu kejadian
3. Dan bereaksi
4. Dalam suatu situasi
5. Melalui suatu alat
6. Untuk menyediakan materi
7. Dalam suatu bentuk
8. Dan konteks
9. Yang mengandung isi
10. Yang mempunyai suatu konsekuensi
8. Model DeFleur
Source dan Transmitter adalah dua fase yang berbeda yang dilakukan seseorang, fungsi receiver dalam model ini adalah menerima informasi dan menyandi baliknya mengubah peristiwa fisik informasi menjadi pesan.
Menurut DeFleur komunikasi adalah terjadi lewat suatu operasi perangkat komponen dalam suatu sistem teoretis, yang konsekuensinya adalah isomorfisme diantara respons internal terhadap seperangkat simbol tertentu pada pihak pengirim dan penerima
Source dan Transmitter adalah dua fase yang berbeda yang dilakukan seseorang, fungsi receiver dalam model ini adalah menerima informasi dan menyandi baliknya mengubah peristiwa fisik informasi menjadi pesan.
Menurut DeFleur komunikasi adalah terjadi lewat suatu operasi perangkat komponen dalam suatu sistem teoretis, yang konsekuensinya adalah isomorfisme diantara respons internal terhadap seperangkat simbol tertentu pada pihak pengirim dan penerima
9.
Model Tubbs
Pesan dalam model ini dapat berupa pesan verbal, juga non verbal, bisa disengaja ataupun tidak disengaja. Salurannya adalah alat indera, terutama pendengaran, penglihatan dan perabaan.
Gangguan dalam model ini ada 2, gangguan teknis dan gangguan semantik. Gangguan teknis adalah faktor yang menyebabkan si penerima merasakan suatu perubahan dalam informasi atau rangsangan yang tiba, misalnya kegaduhan. Ganguan semiatik adalah pemberian makna yang berbeda atas lambang yang disampaikan pengirim.
Pesan dalam model ini dapat berupa pesan verbal, juga non verbal, bisa disengaja ataupun tidak disengaja. Salurannya adalah alat indera, terutama pendengaran, penglihatan dan perabaan.
Gangguan dalam model ini ada 2, gangguan teknis dan gangguan semantik. Gangguan teknis adalah faktor yang menyebabkan si penerima merasakan suatu perubahan dalam informasi atau rangsangan yang tiba, misalnya kegaduhan. Ganguan semiatik adalah pemberian makna yang berbeda atas lambang yang disampaikan pengirim.
10. Model Gudykunst
dan Kim
Merupakan model antar budaya, yakni komunikasi antara budaya yang berlainan, atau komunikasi dengan orang asing.
Menurut Gudykunst dan Kim, penyandian pesan dan penyandian balik pesan merupakan suatu proses interaktif yang dipengaruhi oleh filter-filter konseptual yang dikategprikan menjadi faktor-faktor budaya, sosial budaya, psikobudaya, dan faktor lingkungan
Merupakan model antar budaya, yakni komunikasi antara budaya yang berlainan, atau komunikasi dengan orang asing.
Menurut Gudykunst dan Kim, penyandian pesan dan penyandian balik pesan merupakan suatu proses interaktif yang dipengaruhi oleh filter-filter konseptual yang dikategprikan menjadi faktor-faktor budaya, sosial budaya, psikobudaya, dan faktor lingkungan
11.
Model Interaksional
Para peserta komunikasi menurut model interaksional adalah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tepatnya melalui apa yang disebut pengambilan peran orang lain. Diri berkembang lewat interaksi dengan orang lain, dimulai dengan orang terdekatnya seperti keluarga dalam suatu tahap yang disebut tahap permainan dan terus berlanjut hingga kelingkungan luas dalam suatu tahap yang disebut tahap pertandingan.
Para peserta komunikasi menurut model interaksional adalah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tepatnya melalui apa yang disebut pengambilan peran orang lain. Diri berkembang lewat interaksi dengan orang lain, dimulai dengan orang terdekatnya seperti keluarga dalam suatu tahap yang disebut tahap permainan dan terus berlanjut hingga kelingkungan luas dalam suatu tahap yang disebut tahap pertandingan.
12. Model Aristoteles
Model ini adalah model komunikasi yang paling klasik, yang sering juga disebut model retoris. Model ini sering disebut sebagai seni berpidato.
Menurut Aristoteles, persuasi dapat dicapai oleh siapa anda (etos-kererpercayaan anda), argumen anda (logos-logika dalam emosi khalayak). Dengan kata lain, faktor-faktor yang memainkan peran dalam menentukan efek persuatif suatu pidato meliputi isi pidato, susunannya, dan cara penyampainnya.
Salah satu kelemahan model ini adalah bahwa komunikasi dianggap sebagai fenomena yang statis.
Model ini adalah model komunikasi yang paling klasik, yang sering juga disebut model retoris. Model ini sering disebut sebagai seni berpidato.
Menurut Aristoteles, persuasi dapat dicapai oleh siapa anda (etos-kererpercayaan anda), argumen anda (logos-logika dalam emosi khalayak). Dengan kata lain, faktor-faktor yang memainkan peran dalam menentukan efek persuatif suatu pidato meliputi isi pidato, susunannya, dan cara penyampainnya.
Salah satu kelemahan model ini adalah bahwa komunikasi dianggap sebagai fenomena yang statis.
13.
Model S – R
Model stimulus – respons (S-R) adalah model komunikasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi behavioristik.
Model ini menunjukkan bahwa komunikasi itu sebagai suatu proses “aksi-reaksi” yang sangat sederhana. Jadi model ini mengasumsikan bahwa kata-kata verbal, isyarat nonverbal, gambar dan tindakan tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu. Pertukaran informasi ini bersifat timbal balik dan mempunyai banyak efek dan setiap efek dapat mengubah tindakan komunikasi.
Model stimulus – respons (S-R) adalah model komunikasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi behavioristik.
Model ini menunjukkan bahwa komunikasi itu sebagai suatu proses “aksi-reaksi” yang sangat sederhana. Jadi model ini mengasumsikan bahwa kata-kata verbal, isyarat nonverbal, gambar dan tindakan tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu. Pertukaran informasi ini bersifat timbal balik dan mempunyai banyak efek dan setiap efek dapat mengubah tindakan komunikasi.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar